Wednesday, 6 May 2009

Pesta Pujian PPK 2009




























Terima kasih untuk kerjasama dan komitmen kepada semua Sahabat2 PPK atas kejayaan melaksankan Pesta Pujian PPK yang mendapat sambutan diluar dugaan, ada 184 yang hadir, 80 berdoa "Menerima Hidup Baru", 86 mahu dibimbing dan 18 mahu terlibat dalam pelayanan PPK.

Pujian, Hormat dan Kemuliaan hanya kepada Tuhan...

Terima kasih juga kepada para guru, pendoa syafaat, penyumbang dan rakan-rakan yang bertungkus lumus menjayakan program ini.

Tuhan Memberkati kita semua, amin!...

Tuesday, 5 May 2009

“Seorang wanita yang setia, cakap, baik hati, murah hati, suka bekerja keras, takut akan Tuhan dan memiliki kecantikan yang abadi…”

Oleh: Jessica Santoso

Ketika aku membacakan hal ini pada sahabat karibku Jennifer, ia langsung tertawa sambil bertanya apakah aku sedang membaca iklan mencari jodoh di koran. Aku tersenyum simpul dan berkata “Tidak Jen, ini adalah gambaran tentang wanita ideal yang ditulis oleh seorang raja di Amsal 31.”

Pada awalnya Jen dan aku cukup terintimidasi ketika membaca pasal ini. Wanita di Amsal 31 ini tampaknya lebih merupakan fantasi daripada kenyataan. Seorang pendeta memberitahu bahwa kitab Amsal merupakan kumpulan nasihat bijaksana yang diberikan oleh para orang-tua Yahudi pada anak-anak mereka - dan pasal 31 merupakan instruksi yang diberikan seorang ibu kepada anak laki-lakinya, seorang pangeran muda yang pada suatu hari akan menjadi raja. Ibu ini tidak cuma mengajarkan bagaimana caranya menjadi raja yang takut akan Tuhan, tapi juga yang bijaksana, terutama ketika hendak mencari istri.

Setelah merenungkannya, aku berpikir bahwa jika ibu tersebut bisa menggambarkan wanita seperti itu pada anaknya, berarti wanita semacam ini merupakan sosok nyata yang betul-betul ada. Bukankah Amsal 19:14 juga mengatakan “istri yang berakal budi adalah karunia Tuhan” dan Ruth 3:11 menggambarkan Ruth sebagai wanita yang bijaksana. Karena itu aku yakin bahwa aku dan para wanita lain yang hidup di jaman modern ini bisa ikut belajar bagaimana menjadi wanita seperti yang digambarkan dalam Amsal 31.

Oya, satu hal lagi yang membuatku suka dengan pasal ini adalah karena Amsal 31 tetap relevan bagi wanita lajang sepertiku, dan tidak cuma bagi para istri atau ibu rumah tangga. Soalnya, kualitas karakter yang dinyatakan dalam Amsal 31 adalah apa yang Tuhan ingin setiap wanita Kristen miliki dan bukan cuma buat mereka yang menikah saja. Berikut ini adalah pembahasan yang lebih detil dari karakter seorang wanita ideal supaya pembaca getLIFE! bisa lebih memahami Amsal 31.


1. Setia dan dapat dipercaya

Amsal 31:10 berkata, “Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.” Alkitab membandingkan wanita semacam itu dengan permata karena memang wanita semacam ini jarang ada. Salah satu kualitas yang membuatnya sangat jarang dan berharga adalah karena ia dapat dipercaya (trustworthy). Ayat 11 mengatakan bahwa “Hati suaminya percaya kepadanya”, sehingga sang suami tidak perlu kuatir, takut, ataupun curiga terhadapnya.

Adanya kepercayaan ini menyebabkan sang suami dapat bekerja dengan lebih baik dan fokus. Ayat 23 memberitahu kita bahwa “Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.” Rupanya suami wanita ini dikenal sebagai seseorang yang berpengaruh dan dihormati dalam komunitasnya. Ia mampu untuk naik ke posisi yang tinggi akibat bantuan istrinya. Aku pernah mendengar suatu pribahasa yg mengatakan “dibalik setiap pria yang hebat, terdapat seorang wanita yang luar biasa.” Karakter seorang wanita memang dapat menolong seorang suami agar bisa berdampak pada masyarakat luas. Aku bersyukur karena Tuhan memberkatiku dengan memberikan seorang ibu yang memiliki karakter ini. Selama aku hidup, aku selalu memperhatikan kesetiaan dan dukungannya pada ayahku. Ia tetap setia pada janji pernikahannya selama 36 tahun mereka menikah. Karena ayah dapat mempercayai ibu dengan sepenuh hatinya, ayah pun menjadi seorang suami dan ayah yang lebih baik.

Dalam hidupku sebagai lajang, aku melihat bahwa karakter ‘dapat dipercaya’ ini bisa diaplikasikan dalam dua bidang utama di hidupku, yaitu kata-kataku dan pekerjaanku. Dengan bantuan Tuhan, aku berusaha untuk menjadi seseorang yang dapat dipercaya. Ini berarti ketika aku berkata ‘ya’, itu harus benar-benar berarti ‘ya’ – dan ketika aku berkata ‘tidak’, itu harus benar-benar berarti ‘tidak’ (Matius 5:37).


2. Kebaikan Hati

Karakter kedua yang disebut dalam Amsal 31 adalah ‘kebaikan hati’. Ayat 12 mengatakan “ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.” Ini berarti, wanita ini tidak suka bergosip-ria atau menyebarkan rahasia-rahasia memalukan dari suaminya kepada teman-temannya, tetangganya, bahkan anak-anaknya. Ia mendorong suaminya untuk melaksanakan berbagai aspirasi serta impiannya – dan ia memuji suaminya dengan tulus hati. Ia menggunakan kata-kata yang membangun dan bukan menjatuhkan. Hal yang sama bisa dilakukan juga oleh seorang wanita lajang pada teman-teman, keluarga dan rekan kerjanya.

Dikatakan juga bahwa kebaikan-hatinya ini tidak cuma sementara, tapi dilakukan sepanjang hidupnya. Ini jelas merupakan komitmen jangka panjang yang berat, karena perlu dilakukan pada saat suka atau pun duka, dan bukan cuma pada saat sedang mood saja.


3. Bekerja Dengan Suka Cita

Karakter ketiga dari wanita di Amsal 31 adalah bahwa ia seorang yang rajin. Ayat 13 berkata, “Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.” Tentu saja ini tidak berarti wanita-wanita jaman sekarang harus menjahit pakaian sendiri. Tapi ayat ini menunjukkan bahwa wanita ini ‘senang bekerja’ dan melayani keluarganya dengan sukacita, bukan dengan keluhan atau sungut-sungut. Bagi para wanita lajang ini berarti bekerja dengan sepenuh hati di dalam pekerjaan kita, karena pekerjaan atau profesi kita adalah juga pelayanan kita bagi Tuhan.


4. Pengorbanan

Ayat 14 mengatakan bahwa wanita ini “serupa dengan kapal-kapal saudagar, yang dari jauh mendatangkan makanannya.” Kalau di jaman sekarang, ini berarti wanita ini tidak puas kalau setiap harinya ia cuma menyiapkan junk food bagi keluarganya. Kalaupun ia tidak bisa masak (karena wanita jaman sekarang memang banyak yang tidak bisa masak), ia akan berusaha untuk belajar memasak atau membeli makanan yang sehat bagi keluarganya.

Untuk bisa seperti ini dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran. Jaman sekarang kita bisa dengan mudah pergi kemana-mana dengan mobil, motor, becak atau bis. Kalau di jaman dulu, wanita semacam ini mungkin harus bersusah payah berjalan kaki untuk mendapatkan makanan yang terbaik bagi keluarganya. Tapi aku yakin, wanita ini mendapatkan kepuasan emosional lewat kesempatan untuk melayani keluarganya seperti ini.


5. Manajer Keuangan Yang Baik

Amsal 31 juga mengatakan wanita ini adalah seorang manajer keuangan yang baik. “Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya” (ayat 16). Rupanya, ketika wanita ini melihat ada tanah yang bernilai baik, ia langsung membelinya untuk investasi jangka panjang. Kalau di jaman sekarang, mungkin ia seorang ahli di bidang real estate.

Walaupun begitu, motivasinya berbisnis bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Justru lewat bisnisnya ia berpikir bagaimana ia dapat menguntungkan keluarganya. Aku percaya, bisnis yang dilakukannya tidak sampai mengesampingkan keluarganya karena anak-anak dan suaminya memuji wanita ini (ayat 29): “Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.”


6. Murah Hati

Kemurahan-hatinya tidak cuma terbatas dalam keluarganya saja, tapi juga bagi para tetangga, orang-orang miskin atau mereka yang membutuhkan. ”Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin” (ayat 20). Mungkin kita dapat mengikuti contohnya dengan cara berusaha memenuhi kebutuhan fisik atau emosional orang lain lewat sumber-sumber yang telah Allah berikan pada kita.


7. Bijaksana

“Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya” (ayat 26). Jadi wanita ini tidak suka bergosip-ria atau mengeluarkan kata-kata yang menjatuhkan orang lain. Ia memahami betapa berkuasanya lidah untuk menghancurkan atau membangun orang lain.

Ibuku adalah contoh nyata dari hal ini. Ia tidak pernah bosan memberikan kata-kata hiburan yang membangun, setiap kali aku membutuhkannya.


8. Berpengaruh

Wanita ini adalah ibu yang berpengaruh. Ia “mengawasi segala perbuatan rumah tangganya”, dan “makanan kemalasan tidak dimakannya” (ayat 27). Menurutku, memberi dampak pada dunia merupakan salah satu panggilan tertinggi dalam hidup kita. Seorang ibu dapat melakukan hal ini dengan cara membesarkan anak-anaknya dengan baik. Kalau aku melakukan kilas balik, aku melihat betapa ajaran ibuku telah sangat berpengaruh dalam berbagai pengambilan keputusan yang aku lakukan.

Sebagai lajang kita pun dapat berpengaruh pada kehidupan dunia. Aku percaya Tuhan telah menempatkan orang-orang tertentu di dalam hidup kita untuk suatu tujuan tertentu. Ia ingin kita membawa dampak pada kehidupan orang-orang yang telah Ia tempatkan dalam hidup kita.


9. Takut Akan Tuhan

Di atas semuanya, wanita dalam Amsal 31 adalah seorang yang takut akan Tuhan. “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji” (ayat 30). Ia menyembah Tuhan dan mengasihiNya. Tak heran wanita ini sukses dalam perannya sebagai istri, ibu rumah tangga, tetangga yang murah hati dan guru yang berpengaruh. Bukan sesuatu yang luar biasa juga kalau ia bisa mengembangkan semua karakter yang disebut di atas. Karena semuanya itu merupakan buah dari hubungan pribadinya yang baik dengan Tuhan.** (JS)

Tuesday, 14 April 2009

Kes Juvana Remaja

Sumber: Berita Harian Online 12 April 2009 (Ahad)
bminggu@bharian.com.my




Remaja makin bangga, seronok buat jenayah

MEREKA mencuri, merogol, menjual diri, membunuh selain terbabit pergaduhan dan samseng. Ini bukan profil penjenayah yang diburu mahupun sudah bergelar banduan, sebaliknya senario terkini golongan pelajar yang kian membimbangkan.

MEREKA sanggup mencuri, merogol, menjual diri serta membunuh selain terbabit dalam pergaduhan dan samseng. Malah ada yang bertindak di luar batasan adab dan pegangan apabila sanggup menjual diri pada harga serendah RM50 setiap pelanggan untuk mendapatkan wang.


Ini bukanlah profil penjenayah yang diburu mahupun sudah bergelar banduan, sebaliknya senario terkini golongan pelajar yang kian membimbangkan.


Pelajar yang menjadi harapan sebagai generasi pelapis dan sepatutnya bergelut memperlengkapkan diri menjadi insan serba boleh demi masa depan, sebaliknya mencurah tumpuan dan masa muda berharga dengan melakukan pelbagai jenayah seperti mereka yang bertaraf profesional.

Atas alasan mahu mendapatkan populariti, meraih wang mudah serta mendapat perhatian rakan sebaya, pelajar berusia 13 hingga 18 tahun ini sudah tidak lagi malu melakukan jenayah.


Silap jika ada yang beranggapan ini trend semasa bersifat sementara dan hanyalah gelojak jiwa muda remaja yang lebih suka mencuba perkara baru.

Buktinya, statistik serta kajian pihak berkuasa, badan bukan kerajaan (NGO) serta institusi pengajian tinggi tempatan, menunjukkan betapa jenayah pelajar di dalam mahu pun di luar sekolah, bukan lagi sesuatu yang boleh dipandang ringan.

Ia diakui sendiri Ketua Polis Negara, Tan Sri Musa Hassan, minggu lalu yang memetik statistik menunjukkan peningkatan kes jenayah bunuh, rogol, samun, merusuh, mencuri dan kesalahan lain membabitkan anak muda itu.

Selain peningkatan kes, jumlah tangkapan pelajar berumur antara 13 hingga 18 tahun juga turut mencatatkan peningkatan berbanding tahun sebelumnya.


Buktinya, bagi sepanjang 2007, sejumlah 1,836 kes jenayah dilaporkan dengan 3,383 pelajar ditahan. Angka itu meningkat sebanyak 382 kes kepada 2,218 kes tahun lalu yang menyaksikan seramai 3,725 pelajar ditahan.

Belum pun reda kejutan akibat kenyataan Musa, Naib Pengerusi Yayasan Pencegahan Jenayah Malaysia, Tan Sri Lee Lam Thye pula mendedahkan, dalam tempoh dua bulan pertama tahun ini saja, seramai 295 pelajar berusia antara 13 hingga 18 tahun terbabit pelbagai kes jenayah termasuk membunuh.

Sambil mengakui trend itu amat membimbangkan, Lee berkata kebanyakan pelajar itu terbabit dalam kes curi motosikal selain kes pecah rumah, mencederakan orang lain dan rogol. Lebih menyedihkan, walaupun kelab pencegahan jenayah sudah dilancarkan di 3,764 sekolah sejak 1994, ia ternyata tidak berjaya membendung kadar peningkatan jenayah di kalangan pelajar.

Keadaan juga tiada jauh bezanya di sekolah. Hasil kajian Petunjuk Keselamatan dan Jenayah di Sekolah anjuran Universiti Malaya yang diumumkan tahun lalu, menunjukkan empat masalah utama di sekolah adalah kecurian, buli, pergaduhan dan gangsterisme atau samseng.

Kajian setahun pada 2006 - 2007 dilakukan Pensyarah Fakulti Pendidikan UM Profesor Madya Dr Tie Fatt Hee, membabitkan 740 responden di kira-kira 12 sekolah di Wilayah Persekutuan, Selangor, Negeri Sembilan, Melaka, Pulau Pinang, Terengganu, Sabah dan Sarawak.

"Kajian awal ini cuma membabitkan pelajar berusia 16 tahun yang disifatkan tahap usia penting sebelum memasuki Tingkatan Lima dan seterusnya menyertai masyarakat. Apa yang boleh dirumuskan, jenayah di sekolah tetap berlaku sama ada di kawasan bandar mahu pun luar bandar.

"Bagi saya, perkembangan ini amat membimbangkan biarpun hakikatnya jenayah di sekolah ini masih dianggap terkawal jika dibandingkan dengan bilangan murid di seluruh negara," kata Dr Tie ketika ditemui, baru-baru ini.

Lebih membimbangkan, katanya, 46 peratus responden itu mengakui pembelajaran mereka terganggu akibat ancaman jenayah di sekolah yang sekali gus boleh menjejaskan pencapaian akademik mereka.

"Kita perlu ingat, masalah disiplin di sekolah ini bukanlah sesuatu yang berlaku secara tiba-tiba sebaliknya ia membabitkan proses yang berpanjangan. Seperti juga penyakit, ia mempunyai simptom atau petanda awal tertentu yang perlu ditangani seberapa segera.

"Jika ia dibiarkan melarat, tanpa sebarang tindakan oleh pihak sekolah, jenayah ini boleh melarat melangkaui kawasan sekolah."

Dr Tie yang berpengalaman luas dalam bidang pendidikan dan undang-undang, berkata apa yang menyedihkan, majoriti pelajar yang ditemui menerusi kajian itu, mengakui menjadikan kawan atau rakan sebagai rujukan utama dalam sistem sokongan mereka.

"Di mana peranan ibu bapa dan guru-guru yang sepatutnya di hierarki atas sistem sokongan itu dan menjadi tempat utama pelajar mengadu masalah mereka? Ini jelas menjadi satu kepincangan kerana kita perlu sedari, ada bahayanya apabila pelajar menjadikan rakan sebagai pakar rujuk mereka, terutama jika rakan itu juga bermasalah."

Sehubungan itu, beliau menegaskan, sudah tiba masanya semua pihak - ibu bapa, sekolah dan masyarakat menggembleng tenaga bagi mengatasi masalah jenayah di kalangan pelajar ini.

"Guru yang menyedari pelajar bermasalah perlu segera memaklumkan kepada pihak sekolah bagi tindakan susulan termasuk memanggil ibu bapa dan pihak polis. Ibu bapa pula harus bersikap prihatin apabila dipanggil dan bukannya menuding jari ke arah pihak sekolah.

"Selain itu, kita juga harus menerapkan kepentingan kaedah pendidikan berkaitan undang-undang yang mana pelajar didedahkan dengan jenayah dan jenis hukuman serta hak mereka," katanya.

INFO: Masalah juvana

  • 5.4 juta pelajar di seluruh negara

  • Indeks pembabitan pelajar dalam jenayah 0.03 peratus berbanding jumlah keseluruhan

  • Usia pelajar bermasalah 13 - 18 tahun

  • Statistik polis: 2007 - 1,837 kes jenayah dan 3,383 pelajar ditahan; 2008 - Meningkat kepada 2,218 kes dan 3,725 pelajar ditahan.

  • Kajian Institut Penyelidikan Pembangunan Belia Malaysia dengan kerjasama Pusat Pengajian Psikologi dan Pembangunan Malaysia, 48.1 peratus mat rempit berpunca akibat kebosanan, 38 peratus bertujuan mengisi masa lapang dan 27.8 peratus dipengaruhi kawan.

  • Yayasan Pencegahan Jenayah Malaysia - Seramai 295 pelajar terbabit dalam pelbagai jenayah sepanjang tempoh dua bulan pertama tahun ini.

  • Kajian Universiti Malaya - masalah disiplin utama di sekolah adalah kecurian, buli, pergaduhan dan gangsterisme.


  • p/s
    Jika anda ada komen, pendapat, pertanyaan, informasi atau perkongsian tentang perkara ini sila kirimkan kepad kami melalui "apa komen anda?" atau Email Post di bawah...

    *identiti anda dirahsiakan*

    terima kasih
    sahabatppk blog master

    Tuesday, 7 April 2009

    Kematian Yesus







    Roma 5:8-10, Kematian Yesus Menghasilkan:
    5:8Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,
    oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
    5:9Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya,
    kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
    5:10Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah
    oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah
    diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
    Pertama: Kita DIBENARKAN.
    Oleh karena dosa, kita seharusnya dihukum
    mati, dikenai murka Allah. Tetapi karena Yesus menggantikan posisi
    kita, maka kita dibenarkan. Kita tidak lagi di bawah penghukuman.
    Kita berada di bawah anugerah (Roma 8:1).

    Kedua: Kita DISELAMATKAN dan PASTI selamat.
    Beberapa waktu yang lalu, ada
    orang terkenal meninggal dan beberapa pemimpin agama menyerukan doa
    supaya arwahnya diterima di sisi Tuhan. Mereka belum yakin kalau
    tidak didorong oleh banyak doa, orang itu tidak selamat. Tetapi bagi
    orang Kristen, keselamatan dalam Yesus adalah pasti. Bukan
    mudah-mudahan, atau moga-moga. Di dalam iman kepada Yesus Kristus
    yang mati dan bangkit.

    Ketiga: Oleh penyaliban Yesus, kita dibenarkan, tidak dihukum.
    Kita memperoleh anugerah keselamatan. Dan kita, umat manusia yang
    percaya, DIPERDAMAIKAN dengan Allah.

    Oleh sebab itu,
    kita mesti bersyukur untuk pengorbanan Yesus di Golgota.

    Selamat Memperingati Hari PASKAH!
    Puji Tuhan! Haleluya!

    Monday, 6 April 2009

    sahabatPPK KB *"BARU"*










    Puji Tuhan, tahun ini kita ada lagi satu PPK baru, "PPK Kota Belud", mereka memulakan persekutuan pada bulan Febuari setelah retreat AJK sahabatPPK yang lalu. haleluya... Mari kita sama2 doakan agar PPK mereka terus maju dan berkembang untuk kemuliaan Tuhan.

    Thursday, 2 April 2009

    Sifat-Sifat Seorang Sahabat Baik

    sumber: Pola Hidup Kristian oleh Adrian Rogers

    Orang yang mempunyai sahabat baik dan merupakan sahabat baik bagi orang lain sesungguhnya adalah orang yang sangat kaya dan puas. Persahabatan yang baik seharusnya menunjukkan ciri-ciri seperti berikut ini :
    1. Persahabatan yang baik tidak mementingkan diri sendiri.

      Amsal 17:17 mengatakan bahwa, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu." Kerana itu persahabatan sejati tidak didasarkan pada syarat- syarat yang berubah-ubah. Ada orang-orang yang berkata, "Saya akan menjadi sahabatmu jika, atau apabila, atau sampai, atau karena." Semua ini adalah syarat-syarat dan syarat boleh berubah. Tetapi sahabat sejati mengasihi setiap waktu. Seorang sahabat yang berkata, "Aku mengasihimu jika" atau "Aku mengasihimu bila" bukan sahabat seperti yang dilukiskan oleh Alkitab. Sahabat sejati akan berkata, "Aku mengasihimu setiap waktu. Kasihku tidak bersyarat dan tidak mementingkan diri sendiri."

    2. Persahabatan sejati bersifat teguh.

      Kembali Amsal 17:17 berkata bahwa, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu." Sebuah penerbitan Inggris menawarkan hadiah bagi orang yang memberikan definisi terbaik tentang persahabatan. Sebuah definisi yang tercantum dalam sayembara terhormat itu adalah: "Seorang sahabat adalah orang yang menambah sukacita kita dan membagi kesedihan kita." Definisi lain berbunyi, "Seorang sahabat adalah orang yang mengerti kita." Tetapi definisi yang memenangkan hadiah dalam sayembara itu adalah: "Seorang sahabat adalah orang yang masuk pada saat dunia keluar." Betapa benarnya definisi ini! Jika Saudara ingin sungguh-sungguh mengetahui berapa banyak sahabat yang Saudara miliki dan siapa mereka, buatlah kesalahan dan lihatlah apa yang terjadi. Setelah Saudara mengetahui kesulitan, cuba lihat berapa banyak kawan Saudara yang masih setia kapada Saudara. Persahabatan sejati itu teguh.

    3. Persahabatan sejati bersedia berkorban.

      Amsal 18:24 berkata, "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara." Persahabatan sejati itu mahal, tetapi memang sepadan dengan nilainya. Kata Indian untuk sahabat berasal dari sebuah kata gabungan yang berarti "orang yang memikul kesusahanku pada bahunya." Jadi kalau saya ingin menjadi sahabat, saya harus hidup dengan bersedia berkorban bagi orang yang menerima persahabatan saya.

    4. Persahabatan sejati bersifat menyucikan.

      Amsal 27:17 berkata, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Seorang sahabat sejati akan menjadikan Saudara orang yang lebih baik. Persahabatan sejati membuat hidup Saudara lebih maju, mempertajam kecerdasan Saudara dan membuat Saudara lebih giat. Saudara akan menjadi orang yang lebih baik dan lebih berguna karena persahabatan itu.

    Persahabatan sejati tidak akan menumpulkan pengaruh Saudara atau menumpulkan kerohanian Saudara. Seorang sahabat sejati adalah orang yang cukup peduli sehingga ia akan menegur bila Saudara salah. Alkitab berkata dalam Amsal 27:6, "Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah."

    Sanjungan bukan persahabatan. Orang yang suka menyanjung sama dengan orang munafik. Seorang munafik mengatakan di belakang Saudara apa yang tidak akan dia ucapkan di muka Saudara, tetapi seorang penyanjung mengatakan di depan Saudara apa yang tidak akan ia katakan di belakang Saudara. Seorang sahabat sejati sebaliknya, ia bersifat jujur terhadap Saudara dan terhadap orang lain.

    Wednesday, 1 April 2009

    Jagalah Hatimu

    sumber: gembalaku.blogspot.com

    Hati yang Rosak
    “Ah.., berbohong itu sudah jiwa kita, biasalah kawan, jangan telampau serius bah.”

    Inilah kecenderungan dari hati kita, ia berusaha menyembunyikan seluruh kebenaran dan memaksa mulut untuk mengatakan seluruh kebohongan.

    Katakanlah, lidah bercabang lahir dari hati yang bercabang. Bukankah manusia merancang apa yang jahat dari dalam hatinya! Memang, kerana manusia berdosa memiliki natur hati yang suka kepada dosa.

    Ada satu cerita, suatu hari, si Kalajengking mau menyeberang Sungai, lalu dia meminta pertolongan kepada si Katak, tetapi Katak berkata, “nanti kamu akan membunuh saya dengan racunmu.”

    Tetapi Kalajengking berjanji tidak akan melakukan benda yang bodoh itu, lalu Katak membawa Kalajengking, di tengah Sungai Kalajangking menucukkan racunnya.

    Si Katak Berkata, “kalau saya adalah kamu, saya tidak akan melakukan perkara bodoh ini, akhirnya kita berdua akan mati,”
    lalu Kalajangking berkata “aku tidak dapat menahan diriku, aku adalah kalajengking.”

    Barangkali, kita seperti Kalajangking itu, “mengapa berbohong? Aku tidak dapat menahan diriku, aku adalah manusia berdosa.”

    Dosa telah merasuk hati manusia, dan menguasainya, sehingga manusia mengidam makanan yang bernama dosa. Inilah reality hati manusia yang telah berdosa.

    Dapatkah kita keluar dari ikatan dosa ini?


    Jagalah Hatimu

    Menjaga hati bukanlah tugas yang mudah, kerana ia mudah terdedah dengan pengaruh-pengaruh yang buruk.
    Segala sesuatu yang kita dengar, yang kita fikirkan, akan mempengaruhi hati kita. Seberapa banyak fikiran jahat yang kita serap, dapat membuat hati kita bersifat jahat. Kerana itu, berhati-hatilah, menyerap segala informasi disekitar kita.

    Alkitab menyatakan, “jagalah hatimu, kerana dari situ terpancar kehidupan.” Salah satu cara untuk menjaga hati kita, adalah memasukkan sebanyak mungkin ajaran Alkitab ke dalam fikiran dan hati kita.

    Dengan demikian prinsip-prinsip Alkitab akan menguasai hati kita dan mempengaruhi cara hidup kita di dunia ini. Apakah informasi yang selalu kita serap masuk ke dalam hati kita?

    Informasi tersebut akan terlihat dalam sikap hati kita terhadap hidup ini atau pun terhadap interakasi kita dengan orang lain.

    Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu sendiri.

    Sunday, 29 March 2009

    Kem SahabatPPK Likas {27-29 Mac 09}









    Tema: "Menjadi yg Terbaik"
    Tarikh: 27-29 Mac 2009
    Jumlah Peserta: 19 orang
    Menerima Hidup Baru dalam Kristus: 10 orang
    Dibimbing: 19 orang

    Monday, 16 March 2009

    Kem sahabatPPK Kolombong



















    Tema: "Hatimu Untuk Siapa"
    Tarikh: 13-15 Mac 2009
    Jumlah Peserta: 44 orang
    Menerima Hidup Baru dalam Kristus: 32 orang
    Dibimbing: 35 orang

    Amsal 4:23
    "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,kerana dari situlah terpancar kehidupan"

    Menurut firman Tuhan, hati adalah pusat membuat pilihan dan keputusan.kata-kata ini dapat digambarkan oleh ungkapan ini, "kata hati,kata mata mesti selari,.."Dari mata turun ke hati." sebagai contoh,hidangan yang sedap dipandang mata,tapi bila hati berkata tidak maka ianya tidak akan masuk ke mulut.

    Oleh itu..Hati mu untuk siapa?... Bila hati dikuasai oleh keinginan sendiri,maka akan banyak kejahatan yg akan tertonjol dalam diri kita. Namun.. bila hati mu diserahkan kepada Tuhan Yesus Kristus..Hati yg hancur sekali pun dapat disembuhkan.

    Kiranya berkat dan suka cita dari Dia menyertai kita semua...